Pengemis Gendong Bayi Tidur Diduga Diberi Obat, Ramai-ramai Publik Sebut Kak Seto

Seorang pengemis laki-laki yang membawa bayi menjadi sorotan warga. Pasalnya bayi tersebut tampak tertidur dan tidak rewel sama sekali.

Pada sebuah video singkat yang dibagikan oleh akun media sosial @kabarnegri, Kamis (1/09/2022), tampak seorang pria yang menggendong seorang bayi mengemis di sebuah ruas jalan.

Warga yang tengah melintas dan memperhatikan hal itu lalu memanggil pengemis tersebut. Saat pengemis itu menghampiri mobil mereka, mereka membuka kaca mobil dan meminta pengemis itu untuk membangunkan anaknya.

"Suruh bangunkan anaknya tu. Bangun ndak?" kata pengendara pria. "Anak kau tidur terus. Kau kasih obat anak kau kan? Aku kasih duit, coba bangunkan anak kau!" kata perempuan yang merekam pengemis tersebut.

Dalam video viral itu, pengemis itu berdalih bahwa anaknya sulit dibangunkan saat tertidur lelap. Dirinya juga mendongak dongakkan kepala bayi di gendongannya yang tengah tertidur.

"Cemana kok gak bangun anak kau? Ku laporin kau. Kamu kasih obat bawa anakmu minta-minta," ujar perempuan itu lagi. Pengemis itu lalu mengubah posisi bayinya sehingga lebih duduk dan menghadap ke pengemudi mobil.

Tampak wajah si anak yang masih mengantuk dengan mata sayu yang setengah terpejam. Anak itu tidak tampak menangis atau rewel. Sementara itu, pengemis yang menggendong bayi itu hanya memandang wajah si bayi tanpa rasa bersalah.

Hingga saat ini, belum diketahui lokasi serta kapan waktu peristiwa tersebut direkam. Warganet yang membanjiri kolom komentar mempertanyakan peran Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. Salah satunya disampaikan @s.an***.

"Kak seto, anak ini ga mau dibantu kak?" tulisnya.

"Tlng dong Kakek seto,,bantu di urus kasian tuh Dede bayi di ajak ngemis gitu, mungkin itu juga bukan anak nya..entah anak siapa..." imbuh @jay***.

"Kak Seto mana woy kak Seto jangan cuma anak jenderal diurusin," timpal @cen***.

"Seto...mana kauu?? Kau tengok dlu," kata @agn**.

Sumber: suara.com

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel