JANGAN SEPELEKAN Karena Chat Insyaallah Bisa Masuk Neraka, Kok Bisa? Simak Penjelasannya

Pastinya seseorang pernah berjanji kepada seseorang. Sehingga janji tersebut harus ditepati, namun banyak pula yang mengingkarinya. Bahkan banyak juga yang berjanji dengan menyebut 'InsyaAllah', tapi kemudian mengingkari janji tersebut. Sehingga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka.

 Lalu apa makna dari 'InsyaAllah'? Dilansir dari Magenta Islam, akan menjelaskan terkait persoalan ini. Seseorang kadang kala mengucap kata 'InsyaAllah' sebagai tameng mereka. Ketika mendapat undangan atau ajakan dari orang lain.

 Padahal ia tahu bahwa undangan tersebut tak akan di datangi, karena berbenturan dengan hal lain. Sehingga ucapan 'InsyaAllah' menjadi tameng bagi dirinya. Sehingga ini adalah hal yang keliru dan tak boleh dilakukan. Jika ini terjadi maka seseorang telah melakukan dua dosa.

 

Yakni menipu orang lain atas nama Allah SWT, lalu lari dari tanggungjawab. Sehingga dua dosa ini bisa membawa seseorang ke dalam neraka di hari kiamat nanti.

 Sebab makna dari 'InsyaAllah' itu sendiri sangatlah dalam. Sebab dengan perkataan tersebut manusia begitu bergantung dengan kebesaran Allah SWT.

Lalu dengan perkataan 'InsyaAllah', membuat manusia tidak menjadi pribadi yang sombong. Karena semua yang akan terjadi sudah takdir Allah SWT. Sehingga jangan dijadikan tameng untuk menghindari janji yang telah disepakati.

 Untuk diketahui asal muasal kata 'InsyaAllah' pertama kali terucap pada zaman Nabi Muhammad. Ketika masih di Mekkah, Nabi Muhammad didatangi dua orang dari kaum Quraisy. Mereka yang menyangsikan kerasulan Muhammad itu meneruskan pertanyaan dari rabi Yahudi yang telah mereka temui sebelumnya. 

 Pertanyaan tentang cerita sekelompok pemuda yang tertidur hingga lebih dari 300 tahun di dalam gua. Mereka menghindari masyarakat yang belum bisa menerima agama mereka yang tidak biasa. Nabi yang belum mengetahui hal itu menjanjikan akan memberi penjelasan pada dua utusan tersebut esok hari. 

 Ketika mereka datang kembali, nabi belum bisa menjawabnya sebab belum mendapat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril.  Setelah menjalani penantian yang berbalut kesedihan serta ejekan dari masyarakat Quraisy, akhirnya malaikat Jibril memberi penjelasan terkait tiga hal itu. 

Jibril membawakan sebuah wahyu surah Al Kahfi ayat 23-24 yang berisi tentang pemakaian kata Insya Allah."Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: 

"Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): 'Insya Allah'. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini." 

Sumber: jatimnetwork.com

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel