Fakta Viral Video Pria Ngamuk di Bali, Seorang Warga Alami Luka Tikam, Pelaku akan Dibawa ke RSJ

Video yang memperlihatkan seorang pria berpakaian adat Bali mengamuk di jalanan, viral di media sosial. Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video pria mengamuk ini diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @gojek24jam dan @andreli_48.

Kejadian bermula saat pria tersebut mengendarai motor sambil memaikan handphone. Hingga ia menabrak pengendara motor lain hingga terjungkal. Video kemudian dilanjutkan saat pria ini mengamuk di lokasi berbeda.

Ia membuat warga sekitar ketakutan karena membuat keributan sambil membawa senjata tajam. Pada akhirnya, pria yang belum diketahui identitasnya itu berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Butuh beberapa orang untuk mengamankan pria ini. Ia tampak tidak terima saat hendak diborgol tangannya. 

Hingga Kamis (1/9/2022) sore, video aksi pria berpakaian adat Bali sudah ditonton ribuan kali oleh waganet. Dihimpun dari Kompas.com, belakangan diketahui lokasi kejadian berada di Simpang Semer, Kerobokan, Kita Utara, Badung, Bali.

Awalnya si pria terlibat kecelakaan karena mengendarai motor dengan melanggar aturan. Dirinya lantang mengamuk dan mengeluarkan senjata tajam jenis keris kepada sejumlah pengendara lain.

Pria yang diketahui bernama Putu Trisna Wibawa (23) itu selanjutnya mengamuk selama kurang lebih 30 menit di jalanan. Ia juga sempat menikam seorang pengendara hingga terluka sebelum diamankan petugas.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Putu Diah Kuniawandari membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan saat para petugas dari Polsek Kuta Utara melakukan apel pagi. Petugas langsung bergerak menuju TKP.

Kata Diah, satu pengendara menderita luka akibat serangan dari pelaku. Korban sudah mendapat perwatan di puskesmas. "(Sementara) Kasus laka lantas, sudah ditangani oleh Sat Lantas Polres Badung," ucap Diah, dikutip dari Tribun-Bali.com.

Diah belum bisa memastikan motif pelaku mengamuk. Sedangkan pihak keluarga pelaku sudah dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Diah menambahkan, polisi akan membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangi.

Tujuannya untuk memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Saat diinterogasi, pelaku memberikan jawaban berbelit-belit dan tidak nyambung.

"Kalau misalnya menurut dokter, pelaku tidak mengalami gangguan jiwa, ya kami proses." "Tetapi kalau misalnya pelaku mengalami gangguan jiwa, tentunya tidak bisa dilanjutkan," terang Diah.

Sumber: tribunnews.com

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel