Berusia 102 Tahun, Abah Sarji Tinggal Di Kuburan Demi Tebus Dosa. Sudah Biasa Lihat Makhluk Misterius!

Sudah berumur 102 tahun, Abah Sarji tinggal sendirian di dalam sebuah gubuk sederhana dekat kuburan di Kuningan, Jawa Barat. Tidak hanya itu, terdapat sebuah kisah sedih yang melatarbelakangi alasan Sarji tinggal sendirian dekat kuburan.



Sehari-hari Abah Sarji hanya melakukan zikir dan beribadah saat pagi, siang, dan malam hari.

Ketika malam, dia pun tidur di atas sebuah tempat tidur sederhana dari bambu yang dilapisi karpet.

Ternyata, dia melakukan semuanya demi menebus kesalahannya di masa lalu.

Melansir tayangan Youtube Aziz Nurahman, berikut adalah kisah sedih Abah Sarji yang tinggal sendirian di dalam gubuk dekat kuburan di Kuningan, Jawa Barat.


Abah Sarji Ingin Menebus Dosa

Di dalam gubuk seukuran sekira 2 x 2 meter ini, Abah beristirahat dan beraktivitas.

Di dalamnya, hanya terdapat dua buah kursi panjang yang terbuat dari bambu dan dilapisi tikar serta karpet.

Atap dan dindingnya disangga oleh beberapa batang kayu.

Sementara, dindingnya sendiri hanya terbuat dari anyaman kayu.

Tidak ada pintu yang menjadi pembatas rumah dengan area kuburan.

Jika ingin masuk ke dalam rumah, kita hanya perlu membuka kain terpal yang menggantikan fungsi pintu.

Abah Sarji mengaku sengaja tinggal sendirian di tengah kuburan untuk menebus dosa di masa lalu sekaligus agar lebih dekat dengan Tuhan.

Dia mengaku, ingin menjauhi semua aktivitas dan hal-hal negatif dengan tinggal di gubuk kayu ini.

Aziz Nurahman menceritakan bahwa Sarji dulunya sering menikah dan meninggalkan istrinya.

“Karena ingin menebus dosa, ingin lebih dekat dengan Allah, makanya Abah menyendiri, menjauhi aktivitas atau hal-hal negatif,” kata Aziz yang menceritakan kembali cerita Abah.

Abah Sarji mengaku sudah tidak menemui wanita lain sejak tahun 1960.

Istri terakhir yang telah dinikahi adalah wanita keenam yang hadir di hidupnya.

Sementara, lima istri sebelumnya kini telah meninggal.

Istri terakhir yang saat ini masih hidup, tinggal bersama anggota keluarga yang lain di sebuah rumah yang tidak jauh dari gubuknya.

Ketua RW setempat, Dedi, mengaku prihatin dengan kondisi tempat tinggal Sarji.

Saat ini, warga sekitar masih berupaya memindahkan Sarji ke tempat yang lebih layak


Berzikir Setiap Hari

Tinggal sendirian di gubuk kayu, Abah Sarji tidak hanya bersantai-santai.

Setiap hari, dia terus beribadah dan berzikir.

Bahkan, dia mengaku jarang tidur hanya untuk berzikir.

“Abah itu tiap malam zikir terus? Enggak pernah tidur, jarang tidur katanya juga. Jadi Abah tuh jarang tidur, kalau malam tuh zikir. Siang, malam,” kata Aziz menceritakan kembali.

Dia juga berpesan kepada generasi muda agar untuk cepat sadar dan bertobat karena pada hakikatnya manusia akan kembali ke tanah.

“Cepat sadar, kalau tidak kalian bodoh. Balik itu bukan ke belakang, tapi yakin sama Allah, takut sama Allah. Kalian tuh yang menciptakan itu Allah. Saya orang bodoh, takut sama Allah. Kita dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Semua orang pasti akan mati,” kata Sarji.


Tidak Takut dengan “Makhluk Misterius”

Tinggal di tengah kuburan, Abah Sarji mengaku sering melihat penampakan.

Salah satu yang dilihatnya adalah pocong.

“Melihat asap mengebul, saat asat menghilang berubah jadi pocong,” kata Sarji, dikutip dari tayangan Youtube Aziz Nurahman.

Ketika melihat hal tersebut, Sarji mengaku, dirinya langsung mendoakan sosok tersebut agar mendapat ridho dan pertolongan dari Tuhan.

Meski kerap melihat penampakan misterius, Sarji mengatakan dirinya tidak takut dan sudah terbiasa.


Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel