Balita Berusia 5 Tahun Di Kepulauan Selayar Ini Hilang Saat Tidur Di Perahu Ayahnya

Hilang saat tidur di perahu milik ayahnya, balita berusia 5 tahun di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hilang di lautan. Balita bernama Najwa itu hilang saat sang ayah jatuh dari perahu dan ditolong oleh warga. Namun, Najwa sedang tertidur pulas sendirian dan sudah 6 hari belum ditemukan.



Koordinator Basarnas Selayar Febrianto Tri Setiawan mengatakan mereka menerima laporan jika Najwa dan ayahnya menaiki perahu jolloro dari Kabaena di Sulawesi Tenggara (Sultra) menuju Pulau Latondu, Selayar, Sulsel. Disebutkan dalam laporan tersebut sang ayah bernama Roma.

“Info awal yang kami terima itu kalau korban ini, bapaknya atas nama Roma, anaknya atas nama Najwa (5) berangkat dari Sultra (Pulau Kabaena) hanya berdua menggunakan kapal jolloro,” kata Febrianto kepada detikcom, Rabu (7/4/2021).

Saat mendekati Pulau Tarupa, Selayar, pada Kamis (1/4/21), perahu mereka dihantam oleh gelombang tinggi sekitar 3 meter. Hingga membuat sang ayah terjatuh ke lautan. Namun, nahas perahu tetap melaju di tengah gelombang karena mesin perahu dalam keadaan hidup. Dalam perjalanannya, Roma membawa anaknya yang sedang tertidur pulas di perahu.

Di pertengahan jalan, sudah dekat Pulau Tarupa, bapaknya berdiri untuk melihat jelas itu Pulau Tarupa, karena memang dia tembak (berlabuh sementara) di Pulau Tarupa. Saat berdiri di perahu gelombang besar datang sehingga kapalnya dihantam gelombang, bapaknya ini terjatuh,” jelas Febrianto.

“Bapaknya berusaha mengejar dengan cara berenang tapi nggak bisa (tidak terkejar), tetap kapal ini jalan terus,” sambung Febrianto.

Roma berusaha mengejar perahu miliknya itu, namun tidak berhasil. Saat terombang-ambing selama berjam-jam di lautan itu, Roma kemudian ditoloong oleh kapal yang melintas. Saat mencoba mengejar perahu yang membawa putriya itu, Roma kembali dihantam oleh gelombang setiggi 4,5 meter.

“Saat itu gelombang 3-4,5 meter dan kapal yang evakuasi bapaknya ini muat es balok, muatan terlalu berat sehingga tidak bisa jangkau perahunya ini,” kata Febrianto.

“Dan (kapal yang menolong Roma) sempat hampir dibalik dengan gelombang makanya kapal putuskan evakuasi bapaknya ke Pulau Latondu. Sampai sekarang sudah nggak ada infonya itu perahu jolloro-nya dan anaknya itu atas nama Najwa (belum ditemukan),” imbuh Febrianto.


sumber ; palingseru.com


Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel