9 Teknik Memasak Yang Perlu Kamu Tahu. Awas Jangan Sampai Tertukar, Ya!

Ternyata teknik memasak itu ada beragam, lo! Cara yang berbeda-beda ini akan menciptakan hasil masakan dengan tampilan dan keunikannya masing-masing. Kenali apa saja tekniknya di sini, yuk!



Ada banyak istilah memasak yang mungkin sudah tidak asing lagi, seperti menggoreng, menumis atau merebus. Selain teknik yang disebutkan di atas, ternyata terdapat beragam istilah untuk teknik memasak, lo!

Meski sekilas terlihat mirip, setiap tekniknya memiliki perbedaan yang cukup mendetail.

Biar kamu enggak salah mengolah makanan, yuk simak istilah memasak berikut ini!


9 Teknik Memasak

1. Sauté

Sauté atau sautéing adalah cara memasak yang menggunakan sedikit minyak dengan suhu yang tinggi.

Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal dengan sebutan menumis.

Sayuran atau bahan makanan yang dimasak dengan teknik ini umumnya harus dipotong kecil-kecil terlebih dahulu, baru kemudian dimasak dengan minyak panas.


2. Pan Frying

Selanjutnya adalah metode memasak bernama pan frying.

Sama seperti menumis, teknik ini menggunakan minyak sedikit yang bertujuan untuk melumasi wajan.

Perbedaannya terletak pada bahan makanan yang digunakan.

Jika sautéing hanya bisa diaplikasikan untuk bahan makanan dengan potongan kecil, pan frying justru sebaliknya.

Bahan makanan yang digunakan untuk teknik memasak satu ini harus berukuran lebih besar sehingga makanan hanya perlu dibalik sesekali agar matangnya merata.

Sebagai contoh makanan yang bisa diolah dengan pan frying di antaranya beefsteak dan burger.


3. Stir Frying

Stir frying adalah teknik yang mirip dengan sautéing, tetapi minyak yang digunakan cenderung lebih banyak. Cara memasak ini lebih sering digunakan untuk mengolah Chinese food.

Dengan menggunakan wajan atau wok yang cukup besar, panas akan ditransfer ke makanan melalui konduksi cairan.

Saat memasak, wok juga akan sesekali diguncang-guncangkan, bahkan terkadang sampai menyemburkan api untuk memberikan aroma serta mematangkan masakan secara merata.


4. Shallow Frying

Shallow frying adalah teknik memasak dengan menggunakan minyak yang tingginya hanya sepertiga atau setengah makanan. Umumnya, shallow frying diaplikasikan untuk menggoreng daging, ikan, perkedel, dan beberapa jenis gorengan lainnya.

Untuk menggunakan teknik ini, disarankan tidak menggunakan minyak lebih dari sekali karena bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

Beberapa di antaranya adalah kolesterol dan kanker.


5. Deep Frying

Selanjutnya adalah deep frying yakni teknik memasak dengan menggunakan banyak minyak.

Dengan teknik ini, makanan harus terendam dalam minyak panas agar matang merata.

Biasanya, diperlukan wajan khusus bernama deep fryer atau wajan cembung untuk menngunakan teknik memasak ini.


6. Boiling

Boiling adalah istilah untuk merebus makanan menggunakan air, kaldu, santan, dan cairan lainnya.

Prosesnya dimulai saat air dipanaskan mencapai 100 derajat Celsius dengan panci tertutup agar uap air tertahan dan menimbulkan panas.

Teknik yang satu ini paling sering diaplikasikan untuk memasak sup.


7. Simmering

Sama seperti boiling, simmering juga menggunakan air sebagai media memasaknya.

Perbedaannya, suhu yang digunakan lebih rendah, yakni di bawah 100 derajat Celsius.

Selain itu, masakan harus selalu dijaga suhu panasnya dengan cara mengecilkan api ketika air mulai mendidih.

Biasanya, simmering dilakukan untuk mendapatkan sari dari bahan makanan yang direbus.


8. Poaching

Poaching adalah cara memasak yang sekilas mirip dengan boiling, tetapi prosesnya berjalan lebih lambat karena dibutuhkan suhu yang lebih rendah.

Suhu yang digunakan harus berada di angka 92-96 derajat Celsius.

Makanan yang biasa dimasak dengan teknik ini antara lain poached egg dan berbagai macam protein lainnya.


9. Au Bain Marie

Au bain marie adalah istilah memasak yang sering digunakan untuk melelehkan cokelat.


Caranya:


  • Rebus air di dalam panci dan letakkan wadah anti panas yang berukuran lebih besar di atas panci.
  • Kemudian masukkan bahan makanan yang ingin dilelehkan ke dalam wadah tersebut.
  • Diamkan hingga bahan makanan meleleh sempurna.
  • Selain untuk melelehkan cokelat, teknik ini juga biasanya digunakan untuk membuat nasi tim.

Selamat mencoba ya!

Semoga informasi ini dapat bermanfaat


Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel