Curhatan Pilu Seorang Pengantin Wanita, Bridesmaid Tak Ada yang Datang di Acara Pernikahan

 Bahkan mereka baru mengatakan tak bisa datang semua H-1 sebelum resepsi pernikahan.



Sekarang sedang musimnya menjadikan sejumlah teman dekat sebagai bridesmaid dalam acara pernikahan. Namun, bagaimana jadinya kalau tak ada satu pun bridesmaid yang datang ke acara pernikahan padahal sudah dihubungi dari jauh-jauh hari dan disiapkan segala hal seperti kain, aksesori bahkan sampai penginapan untuk bridesmaid?

Tentu rasanya akan sangat menyakitkan bagi sang mempelai perempuan yang telah menyiapkan semua itu untuk teman-temannya yang jadi bridesmaid. Hal inilah yang dialami oleh seorang perempuan pemilik akun TikTok @meysiariska yang membagikan ceritanya melalui sebuah video.



Dia menceritakan bahwa dirinya menikah 8 bulan yang lalu dan memilih 13 temannya untuk menjadi bridesmaid. Acara pernikahannya berada di Kota Tanjungpinang, sedangkan rumahnya ada di Kabupaten Bintan yang jaraknya kurang lebih 1 jaman tetapi masih sangat sepi dan kanan kiri jalan kebanyakan hutan.

Oleh sebab itu, dia pun memutuskan untuk memesankan hotel untuk para bridesmaid-nya tersebut sehingga mereka bisa nyaman datang H-1 sebelum acara pernikahan. Namun, saat H-1 bahkan sudah jam 7 malam, bridesmaid-nya ini tak kunjung datang dan gak ada kabar. Akhirnya, si pengantin yang bernama Mey ini mencoba menanyakan keberadaan mereka sudah sampai mana.

Beberapa saat kemudian, salah satu temannya menelpon dan mengatakan, " Kami baru aja diskusi dan keputusan kami semua ga bisa datang karena orang tua kami semua gak mengizinkan kami pergi, semoga kamu bisa ngerti ya" .

Mey pun di situ gak bisa ngomong apa-apa lagi dan langsung meneteskan air mata. Memang benar saat itu pernikahannya diadakan ketika keadaan masih pandemi tetapi Mey sudah memakai wedding organizer yang menerapkan protokol kesehatan bahkan para tamunya tak ada yang boleh naik ke pelaminan untuk salaman. Dia pun menggunakan nasi kotak sehingga tak ada tamu yang boleh makan di tempat.

Pernikahannya sudah dilakukan dengan protokol kesehatan seketat itu. Namun, dari 13 bridesmaid-nya itu hanya satu orang saja yang bilang pada Mey sebagai perwakilan kalau mereka semua sepakat tak datang ke cara pernikahannya dengan alasan yang sama. Padahal, saat itu Mey sudah menyiapkan banyak hal untuk para bridesmaid-nya dan memberikan berbagai fasilitas seperti bahan baju, jilbab, sampai penginapan tetapi ternyata malah sia-sia.

Mey pun tetap berusaha tegar saat acara pernikahannya meski sebenarnya hatinya begitu hancur dan sampai dia tak bisa tidur karena nangis dan berharap para bridesmaid-nya ini akan datang di paginya meski hanya sebentar atau untuk foto saja. Namun, benar-benar tak ada yang datang ke acara pernikahannya satu pun dari mereka.

Di acara lempar bunga yang seharusnya ditemani oleh para bridesmaid-nya, Mey dan suaminya pun dibantu oleh saudara-saudaranya karena sama sekali tak ada bridesmaid yang datang. Begitu pula dengan rangkaian acara lain yang seharusnya dilakukan bersama bridesmaid, saat itu bisa terwujud dengan dibantu keluarga dan juga WO.

Mey pun di sini menyadari bahwa mungkin Tuhan sedang memberitahunya bahwa mereka itu bukanlah temannya yang sesungguhnya. Mey pun sadar siapa yang benar-benar teman dan siapa yang hanya sekadar numpang lewat. Dia pun membuat video tersebut dengan maksud sebagai pembelajaran agar ketika kita diberi kepercayaan sebagai bridesmaid, jangan sampai meremehkan pengantin dan katakan dari awal kalau memang tidak bisa agar tidak mengecewakannya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini ya.

sumber ; diadona.id

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel