Bocah 3 Tahun ini Meninggal Setelah Terkunci di dalam Mobil Selama Tiga Jam

Ditemukan tewas setelah terkunci di dalam mobil selama 4  jam, Harraz Aryan Mohd Hafizi dalam kondisi bibir sudah menghitam. Kejadian yang mmenimpa bocah berusia 3 tahun itu terjadi di depan parkiran sekolah TK. Saat itu, seorang guru lupa jika masih ada anak didiknya berada di dalam mobil.



Sang guru yang berusia 49 tahun tidak sadar jika Harraz Aryan Mohd Hafizi masih berada di dalam mobil ketika ia akan meninggalkan mobil tersebut. Pada pukul 12.15 waktu Malaysia, barulah sang guru menyadari Harraz Aryan Mohd Hafizi tidak ada di sekolah dan ia ingat bahwa anak tersebut masih berada di dalam mobil.

Kemudian, ia langsung kembali ke mobil dan menemukan Harraz Aryan Mohd Hafizi sudah tidak bernyawa dengan kondisi bibir yang menghitam. Sang guru lupa Harraz Aryan Mohd Hafizi yang berada di bagian belakang tempat duduk mobil, karena saat satu orang bagian depan bangku mobil trun terlebih dahulu.

Saat ditemukan, anak itu sudah tidk bergerak dan meninggal dunia di dalam mobil yang mati dan pintu terkunci. Sang ibunda, Nor Azira mengaku menerima dengan lapang dada. meski sebelumnya, ia sempat merasakan sakit pada anaknya sebelum akhirnya sang anak meninggal dunia.

Sang ibu memang sengaja meminta tolong kepada gurunya untuk mengantar anaknya sekolah pada hari Selasa dan Rabu karena ia bekerja di Penang. Ia juga meminta untuk mengantarkan langsung anaknya ke sekolah.

“Saat kejadian kemarin, saya sedang bertugas di gedung Komtar Penang dan bergegas pulang setelah menerima telepon dari guru anak saya pada pukul 12.25 siang,” katanya.

Nor Azira mengatakan bahwa sang guru menghubunginya sambil menangis. Ia kira bahwa sang anak mengalami kecelakaan karena kondisi sekolah yang berada di pinggir jalan. Namun, setelah mendengar bahwa anaknya tidak sadarkan diri, ia kemudian langsung kembali dan belum menyadari apa yang dialami anaknya.

“Awalnya saya mengira anak saya mengalami kecelakaan karena sekolah TK berada di pinggir jalan, namun tiba-tiba guru yang menghubungi saya menangis dan mengatakan anak saya tidak sadarkan diri,” ujarnya saat ditemui awak media setempat di Rumah Sakit Sakit Sultanah Bahiyah (HSB), Alor Setar, Malaysia.


sumber ; palingseru.com




Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel