Viral Nenek Dinikahi Pria Berusia 24 Tahun, Perbedaan Usia Capai 61 Tahun

Baru-baru ini, sebuah 'foto pernikahan' seorang wanita tua dan seorang pria muda, dengan perbedaan usia 61 tahun menjadi viral di platform media sosial Tiongkok. Namun, alasan dibaliknya menceritakan sebuah kisah yang mengharukan tentang bagaimana seorang wanita menghabiskan hidupnya untuk merawat bayi terlantar di jalanan.




Dilansir dari Oriental Daily, Kamis (18/2/2021), pria bernama Zhang adalah seorang petugas pemadam kebakaran berusia 24 tahun dari Kabupaten Fenyi, Xinyu, provinsi Jiangxi sedangkan wanita tua itu adalah Tang, yang berusia 85 tahun di tahun 2021.

Dalam sebuah wawancara, Zhang mengatakan bahwa Tang telah menyelamatkan bayi-bayi yang ditinggalkan di dekat rumah sakit dan merawat mereka sendiri sejak 1983. Setelah bayi-bayi tersebut kuat dan sehat, Tang akan mengirim mereka ke lembaga kesejahteraan atau menempatkan mereka untuk diadopsi. Tetapi bila menyangkut bayi yang secara fisik lemah, Tang akan mengadopsi mereka sendiri dan membesarkan mereka sebagai anaknya sendiri. Zhang adalah salah satu dari enam bayi terlantar yang dia adopsi.

Setelah itu, 24 tahun yang lalu Tang, yang saat itu berusia 61 tahun, menyelamatkan Zhang yang ditinggalkan saat masih bayi. Dia kemudian dibesarkan oleh Tang dan suaminya bersama dengan enam anak yatim piatu lainnya dan lima anak kandung pasangan tersebut. Pasangan itu mengandalkan gaji pensiun dan pendapatan dari menjual sayuran untuk menghidupi keluarga besar mereka.

Kakak perempuan Zhang juga merupakan salah satu anak yang diadopsi dan mereka akan memanggil neneknya karena mereka masih cukup muda untuk menjadi cucunya.

Dengan banyaknya keluarga yang harus diurus, Tang dan suaminya mengalami banyak kesulitan keuangan. Syukurlah pada tahun 2001, pemadam kebakaran di kabupaten Fenyi mengetahui tentang situasi mereka dan memutuskan untuk memberikan subsidi kepada Zhang dan biaya sekolah saudara perempuannya.

Selama sekitar satu dekade atau lebih, meski ada pergantian petugas pemadam kebakaran dalam tim, pemadam kebakaran terus mendukung mereka hingga Zhang lulus SMA pada 2016 dan saudara perempuannya lulus kuliah pada 2013.

Selama bertahun-tahun, tim menanam benih di hati Zhang. Setelah lulus dan diterima di perguruan tinggi, Zhang memilih untuk mengikuti mimpinya dan bergabung dengan tentara untuk mengabdi pada negara alih-alih melanjutkan studinya. Petugas pemadam kebakaran yang mendukungnya saat ia tumbuh dewasa kemudian menjadi rekannya.

Namun, Zhang mengakui bahwa setelah dia bergabung dengan pemadam kebakaran, pekerjaannya ternyata lebih berat dari yang dia harapkan. Namun karena merasa tujuan dari pekerjaannya adalah untuk melayani masyarakat, dia tidak pernah menyesali keputusannya.

"Nenek saya memberi saya kehidupan kedua, dan petugas pemadam kebakaran yang membantu saya memberi saya kehidupan ketiga," kata Zhang.
Dia menambahkan bahwa dia sekarang dapat mendukung dua siswa yang ibunya telah meninggal dan keluarganya tidak stabil secara finansial. Sekarang Zhang menghabiskan lebih sedikit waktu dengan neneknya karena pekerjaannya, dia sering membawanya keluar setiap kali dia berlibur.

Sumber Artikel: indozone.id

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel