Sosok Rani Anggraini, Perempuan 20 Tahun yang Dibakar Hidup-hidup oleh Suaminya di Tembung

Kasus suami yang tega membakar istrinya di Pasar VII Gang Rambutan, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menyita perhatian publik dalam beberapa jam terakhir.

Seperti diketakui, pelaku bernama Junanda (22 tahun), sedangkan korban bernama Rani Anggraini (20 tahun).



Junanda dan Rani merupakan pasangan yang menikah di usia muda. Mereka menikah pada tahun 2016. Artinya, saat menikah, Junanda baru menginjak usia 18 tahun, sedangkan Rani masih 16 tahun.

Berdasarkan penelusuran Indozone pada akun Facebook Rani Anggraini, perempuan malang itu kerap mengunggah foto-foto kebersamaannya bersama Junanda. 

Dalam foto-foto yang diungggah, Rani dan Junanda terlihat mesra layaknya pasangan muda pada umumnya. Ada satu foto mereka yang menampilkan Junanda sedang mencium kening Rani, menunjukkan manisnya hubungan mereka. Foto itu diunggah pada 1 Juni 2019.

Namun, apa yang tampak pada foto-foto yang diunggah Rani agaknya sudah tak lagi sama dengan situasi rumah tangga mereka saat ini.

Ya, Rani dibakar hidup-hidup oleh Junanda karena cemburu usai mengetahui Junanda selingkuh bersama perempuan lain.
Empat tahun menikah, Rani dan Junanda memang belum dikaruniai anak. 

Pada unggahan terakhirnya, 26 Januari 2021, Rani mengunggah artikel tentang kehamilan, dengan gambar alat tes kehamilan. 
Artikel itu menyampaikan bahwa "tidak ada wanita mandul di dunia ini, selagi dia memiliki rahim di perutnya."

Artikel itu diduga sebagai curahan isi hati Rani yang ingin punya anak.

Diberitakan sebelumnya, Junanda sampai hati membakar istrinya, Rani Anggraini (20 tahun), pada Minggu dini hari (31/1/2021) sekitar pukul 01.00 WIB. Ia membakar istrinya setelah ketahuan selingkuhan dengan perempuan lain.

Video yang menampilkan detik-detik saat Rani dibakar di dalam rumah yang ia tempati bersama Junanda beredar di media sosial. Saat itu, selain membakar Rani, Junanda juga membakar rumah mereka.

Pembakaran rumah itu membuat jiran tetangga heboh dan berduyun-duyun mendatangi rumah Rani-Junanda.
"Ya Allah! Gara-gara pelakor!" teriak salah seorang warga yang merekam kejadian.

Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian, Rani dan Junanda sempat bertengkar gara-gara Rani memergoki Junanda selingkuh dengan perempuan lain.

Sebagai istri sah, Rani pun marah dengan kelakuan Junanda yang telah mengkhianatinya. Namun, kecemburuan Rani bukannya membuat Junanda merasa bersalah dan meminta maaf. Junanda justru balik marah, bahkan amarahnya tak tanggung-tanggung pula.

Junanda langsung menyiram Rani dan seisi rumah mereka dengan bensin, lantas membakar istri dan rumahnya.
"Habis bakar istrinya dia kabur sama selingkuhannya," ujar Titik, bibi korban.

Rani yang menderita luka bakar hingga 70 persen dilarikan ke RS Mitra Medika, Tembung. Kondisinya kini sekarat dan sangat mengenaskan.

Kapolsek Percut Sei Tuan Akp Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, pihak keluarga Rani telah membuat laporan atas apa yang menimpa perempuan malang tersebut.

Sudah Ditangkap

Tak lama setelah kejadian, Tim Khusus Anti Bandit Polsek Percut Sei Tuan langsung menangkap Junanda. Pria biadab itu ditangkap di Jalan Baru, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Junanda dilumpuhkan di bagian kakinya dengan timah panas karena mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
"Setelah diperban kakinya, kami bawa ke kantor (Polsek Percut Sei Tuan) untuk diproses hukum," ujar Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Jhon Harto Panjaitan.

Panjaitan menjelaskan, Junanda sejatinya sudah sempat ditangkap warga tak lama setelah membakar istri dan rumahnya. Namun ia kabur karena ayahnya mendatangi warga yang menangkapnya, dengan membawa parang.


Sumber Artikel: indozone.id

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel