Seorang Wanita Lahirkan Bayi Kembar dari Ayah yang Berbeda, Kisah Perselingkuhannya Terungkap Setelah Hasil Tes DNA Diketahui

Seorang wanita di China dilaporkan telah melahirkan anak laki-laki kembar dengan ayah yang berbeda.
Sang ibu menyangkal bahwa dia telah berselingkuh dari suaminya pada satu malam.

Namun, hasil tes DNA harus membuatnya mengakui perselingkuhan yang dilakukannya, seperti diwartakan Strait Herald.



Awalnya, sang suami merasa aneh setelah salah satu bayi laki-laki tidak terlihat seperti dirinya.
Setelah menerima hasil tes, tidak ada pilihan lain selain meminta berulang-ulang pada istrinya untuk mengatakan yang sebenarnya.

Dilansir dari Metro pada Selasa (26/3), kisah tersebut kemudian terungkap setelah pasangan dari kota Xiamen, China, itu harus mendaftarkan kelahiran putra kembar mereka di kantor polisi setempat awal tahun lalu.

Untuk menyelesaikan pendaftaran, mereka harus melakukan tes paternitas untuk membuktikan bahwa bayi itu milik mereka.

Sang suami, yang namanya disamarkan sebagai Xiaolong, bertanya-tanya mengapa salah satu putranya tidak mirip seperti dirinya.

Kemudian mereka melakukan tes DNA di Pusat Identifikasi Forensik Fujian Zhengtai.
Setelah menerima tes DNA, dia dia terkejut mengetahui bahwa salah satu dari bayi kembar tersebut ternyata tidak memiliki hubungan biologis dengannya.
Pusat kemudian mengatur tes paternitas untuk pasnagan tersebut.

Menurut direktur Zhang, Xiaolong sangat marah setelah membawa laporan DNA dan berhadapan dengan istrinya.
Sang istri awalnya membantah perselingkuhannya dan menuduh suaminya memalsukan hasil tes.
Setelah dikonfirmasi oleh Xiaolong, sang istri mengakui bahwa dia telah tidur dengan lelaki lain pada suatu malam.
Xiaolong mengatakan bahwa dia senang membesarkan anaknya sendiri, tetapi bukan anak dari orang lain yang berselingkuh dnegan istrinya.

Kembar yang dilahirkan dengan ayah yang berbeda adalah kejadian yang sangat langka.
Itu dikenal sebagai superfekundasi heteropaternal.
Menurut para ahli, peluang pasti dari fenomena itu sulit untuk dihitung, tetapi studi sebelumnya menunjukkan kemungkinan bisa antara satu dari 400 pasangan dan satu dari 13.000 pasangan, menurut The Guardian.

Sumber Artikel: grid.id

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel