Cerita Sedih Seorang Nenek yang Tinggal Sendirian, Satu Atap dengan Kandang Ayam

Tak semua orang bisa menghabiskan masa tuanya di rumah yang layak dan dikelilingi oleh orang-orang terkasihnya. Jalan hidup seperti inilah yang harus dirasakan oleh seorang nenek bernama Mbah Rin berikut ini.



Dilansir dari laman kitabisa.com, beliau kini berusia 70 tahun dan sehari-harinya berjualan jantung pisang di pasar. Beliau mencari nafkah seorang diri di usianya yang sudah tak lagi muda, adalah agar bisa makan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Beliau pun kini hidup sebatang kara setelah saudaranya yang sebelumnya sakit, kini sudah meninggal dunia. Mbah Rin pun sekarang tinggal sendirian di rumahnya yang berada di desa Gedangrowo kecamatan Prambon kabupaten Sidoarjo.

Mbah Rin tinggal di sebuah rumah sederhana yang terbilang cukup kumuh. Bahkan, beliau harus hidup satu atap dengan kandang ayam. Bau yang tak sedap pun tak beliau hiraukan asalkan bisa beristirahat.

Biasanya, beliau berangkat di siang hari sambil membawa dagangannya yang cukup berat dengan mengendarai becak sejauh 10 kilometer. Beliau pun kemudian akan berjualan di pasar sampai larut malam.

Meski jualan sampai malam, terkadang beliau hanya bisa menjual beberapa biji jantung pisang saja, dagangannya tersebut hanya beliau jual dengan harga Rp5000 per bijinya. Meski penghasilannya tak seberapa, beliau pun tetap berjualan demi bisa menyambung hidup.

Apalagi di tengah pandemi seperti ini, penghasilan beliau pun makin menurun karena minat belanja masyarakat ke pasar secara langsung memang sangat berkurang. Kondisi perekonomian Mbah Rin pun makin memprihatinkan apalagi beliau menggantungkan hidupnya pada hasil jualannya ini.

Mari kita bantu Mbah Rin dengan menyisihkan sebagian rezeki kita agar beliau bisa makan dan juga hidup layak. Donasi untuk Mbah Rin bisa disalurkan melalui laman kitabisa.com berikut ini.

kitabisa.com/campaign/bisamenolonglansia

Semoga Mbah Rin selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya agar beliau bisa makan dan hidup dengan layak. Terima kasih orang baik, mari lebih peduli kepada sesama yang membutuhkan.

sumber : diadona.id

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel