Momen Haru Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz 30 Juz yang Idap Lumpuh Otak

Ulama tanah air, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi pukul 08.38 WIB di RS Yarsi, Jakarta. Kabar duka pertama kali diketahui publik dari sahabat Syekh Ali, Ustaz Yusuf Mansur di laman instagramnya. Dengan mengunggah sebuah video, raut wajah Ustaz Yusuf terlihat begitu sedih karena harus kehilangan salah satu teman terbaiknya.



Almarhum Syech Ali merupakan salah seorang ulama yang terkenal memiliki sifat rendah hati. Sifat baik nan ramahnya diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu.

Dia sangat suka dengan anak soleh dan penghafal Alquran. Ada sebuah momen saat Almarhum bertemu dengan seorang anak penghafal Alquran. Bahkan Almarhum sampai mencium tangan dan kakinya. Berikut ulasannya.



Masih lekat dalam ingatan kala Syekh Ali Jaber mengagumi bocah penghafal Al-Qur'an bernama Muhammad Naja Hudia Afifurohman atau biasa dipanggil Naja. Di usia yang masih belia, ia mampu menyebutkan halaman dan letak ayat Al-Qur'an di setiap barisnya. Hal tersebut membuat Syekh Ali Jaber kagum.

Peserta Hafiz Indonesia 2019 asal Mataram itu baru baru berusia 9 tahun. Tidak hanya itu, yang membuat Syekh Ali takjub adalah kisah perjuangannya menghafal Alquran sejak kecil, meski menyandang kelumpuhan otak.

Keterbatasan yang dimilikinya itu tidak lantas menyurutkan semangatnya menjadi hafiz. Meski harus berada di kursi roda, namun kemampuannya menghafal 30 juz Alquran tidak diragukan.

Mampu Menghafal Setiap Detail Ayat Al-Quran
Tidak hanya hafal 30 juz Alquran, Naja bahkan menghafal secara detail sebuah ayat, terletak di halaman berapa, hingga posisi ayat tersebut dalam halaman. Hal itu terlihat ketika dai kondang Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang dikenal dengan nama Syekh Ali Jaber dan juri Hafiz Indonesia 2019 lainnya menguji hafalan Alquran Naja.

Saat itu, Syekh Ali Jaber baru pertama kali bertemu dengan Naja. Namun, Syekh Ali Jaber dibuat takjub dalam pertemuan pertamanya dengan Naja. Pun dengan para juri lainnya.

Hingga akhirnya suasana menjadi haru ketika Irfan Hakim, selaku pembawa acara, menyanjung kehebatan Naja menghafal Alquran. Menurutnya, kemampuan Naja hampir tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Terlebih, bocah 9 tahun itu menyandang kelumpuhan otak.

" Anak hebat seperti apa yang bisa seperti ini (menghafal Alquran). Dan ini dilakukan oleh seorang anak yang dinyatakan lumpuh otaknya. Kemudian di otak kita, ada lembaran-lembaran memori seperti apa?" kata Irfan Hakim.


Sampai pada akhirnya, momen mengharukan itu mencapai puncak. Syekh Ali Jaber mendekati Naja dan mencium tangannya. Tidak sampai di situ, dai kondang itu bahkan berlutut di hadapan Naja, lalu mencium kakinya.

Melihat hal tersebut membuat Irfan Hakim menanyakan alasan Syekh Ali Jaber mencium tangan dan kaki Naja. Dai kondang itu lalu menjawab, bahwa dirinya teringat kemuliaan Alquran. Sementara sosok Naja menurut Syekh Ali Jaber, seperti Alquran berjalan.

" Karena saya ingat, saking mulianya dengan Alquran. Beliau (Naja) seperti Quran berjalan," ungkap Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber juga menyebutkan bahwa seluruh tubuh Naja sudah terisi dengan Alquran. Ia juga mengaku bahwa bocah penyandang kelumpuhan otak itu lebih hebat darinya. Oleh karena itu, Syekh Ali Jaber memuliakannya.

" Oleh karena itu, pantas saya muliakan kakinya, bukan hanya Alqurannya. Dan dia jauh lebih hebat dari saya," imbuhnya.

Video momen mengharukan tersebut diunggah Irfan Hakim pada 13 Mei 2019 lalu. Seperti diketahui, ibunda Naja sempat menceritakan bahwa anaknya itu terlahir prematur. Sampai umur enam bulan, Naja hanya bisa telentang. Dokter mulanya mengatakan kondisi bocah itu tidak apa-apa. Hingga akhirnya, Naja dinyatakan menyandang kelumpuhan otak kategori sedang.

Namun, dibalik keterbatasan fisik itu, Naja dianugerahi kemampuan luar biasa. Pada usianya yang baru 9 tahun, dengan segala keterbatasan fisik, bocah asal Mataram itu berhasil menghafal Alquran 30 juz.

 

Sumber : Merdeka.com

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel