Mbah Sarani Hidup Sebatang Kara di Kampung Priuk, Saat Kelaparan Sampai Makan Kapuk Kasur




Sebuah kisah sedih dari kehidupan Mbah Sarani yang tinggal di Kampung Priuk, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas , Serang , Banten.

Diceritakan lewat akun instagram Yuni.Rusmini, Jumat (12/6/2020), Mbah Sarani hidup sebatang kara tanpa anak dan istri. Karena sang  istri sudah lebih dulu meninggal.

Tiap hari hanya sendiri, hanya mbok khatidjah adlh org yg sering memberinya makan , walau hidup serba pas-pasan..

Mbah ini kadang sering kelaparan , saat hanya ada air dan air yg ada di sebelah kasurnya ' saking laparnya mbah sampai memakan kapuk dari bantal dan kasur sebagai pengganjal perutnya.

Sedikit cerita dari si mbah, waktu bulan puasa kemaren, tak ada yg memberinya makan, sampai mbah merangkak keluar rumah ke jalanan telanjang teriak minta makan

Sampai dengkul dan jari-jari kakinya pada berdarah darah kena jalanan aspal.

Berikut postingan lengkapnya:

Bismillahirrohmanirrohim...
Buat sahabatku dimanapun berada, terutama yg berada di daerah Banten.
Tolong relawan komunitas peduli kemanusiaan, yg area dekat merapat ,kroscek Dan bantu infokan ke dinas terkait.

Yg Mana dari info yg saya dapat. Ada lansia dgn kondisi memprihatinkan Dan butuh kepedulian kita. Keterangannya sbb:

Nana : mbah sarani .
Alamat : kampung priuk, desa singamerta kec.ciruas , kab serang , Banten.

Beliau Hidup sebatang kara tanpa anak dan istri,
Istri sudah lebih dulu meninggal.
Tiap hari hanya sendiri, Hanya mbok khatidjah adlh org yg sering memberinya makan , wlu hidup pas" an.

Mbah ini kdg sering kelaparan , saat Hanya ada air dan air yg ada di sebelah kasurnya ' saking laparnya mbah sampai" memakan kapuk" dari bantal dan kasur sebagai pengganjal perutnya

Sedikit cerita dari si mbah, waktu bulan puasa kemaren, tak ada yg memberinya makan Sampai mbah merangkak keluar rumah ke jalanan telanjang teriak" minta makan

Sampai dengkul dan jari" kaki nya pada berdarah darah kena jalanan aspal  (emoticon)
#ya Allah smg dgn postingan ini , byk yg peduli, si mbah bisa makan layak setiap Hari. sehat trs nggih mbah, di Hari tuanya ....Amin yarroballamin

#yunirusmini fb
#viralkan demi peduli kemanusiaan
#noted Mohon maaf ft simbah saya sensor krn tdk berpakaian ( telanjang).

 #ya Allah smg dgn postingan ini , byk yg peduli, si mbah bisa makan layak setiap Hari. sehat trs nggih mbah, di Hari tuanya ....Amin yarroballamin

Sedih ya allah liat mbah sarani yg hidup sebatang kara tanpa anak dan istri

Kisah Mbah Sarani juga diunggah di akun facebook milik Sopia Imaliawati yang bekerja di Wedding Organizer.





Sumber Artikel:

Atas ARtikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel